avatar

SABDA PERUBAHAN 2 years ago @sabdaperubahan

2,098
11

_____ Dokumentasi Buku: Njoto - Peniup Seksofon di Tengah Prahara. . . . _____ “Sesungguhnya tak ada fatwa yang mengharamkan media massa menulis tentang orang yang paling jahat sekalipun. Dasar media menulis adalah kemenarikan suatu peristiwa. Di atas itu ada hak publik untuk tahu.” (Hal. viii) . . . Ia berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis serta piawai biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu “pro-rakyat”. Ia menghapus The Old Man dan the Sea –film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway- dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak mengganggap yang “kapitalis” harus selalu dimusihi. Njoto adalah sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aski revolusioner itu. Menjelang prahara 1965 ia tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI D.N Aidit: ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Sukarno. Keretakan Njoto dengan Aidit dipercaya juga disebabkan oleh perselingkuhan Njoto dengan Rita, seorang perempuan Rusia yang disebut-sebut intel KGB. Kisah tentang Njoto ini adalah satu cerita tentang “orang kiri Indonesia” yang diangkat dari liputan khusus Majalah Berita Mingguan Tempo pada 2007-2010. Menyingkap yang belum terungkap, buku ini mengetengahkan pemikiran, ketakutan, kekecewaan, pengkhianatan, juga kisah cinta dan perselingkuhan sejumlah tokoh komunis Indonesia. *** “Menyusuri masa lalu adalah memasuki ruang dengan tirai berlapis. Semakin disibak, semakin berdatangan misteri yang baru.” (Hal. x) _______ Njoto: Peniup Saksofon di Tengah Prahara #SabdaPerubahan #Njoto

Comments list

jurnalsosialis avatar
@jurnalsosialis
2 years ago
Saya kira, hubungan antara Nyoto dan Aidit mirip dengan Camus dan Sartre. Yang satu bergulat dengan estetika, yang satu bertarung bersama massa. Tentu saja, gerakan Kiri Indonesia memang perlu orang2 seperti Nyoto: untuk menciptakan keindahan di belantara kegalauan, kegalauan dan keputusasaan atas lemahnya semangat generasi kiri yang dahulu pernah berjaya, yang kritis dan mau peduli kepada urusan orang banyak. Bukan urusan perut, apalagi konak sendiri. Hadirlah Nyoto, Pram, Wiji Thukul baru, untuk menghidupkan kembali generasi yang semangatnya sedang tidur lelap itu.
audachafan avatar
@audachafan
2 years ago
Sayang nya skrg gerakan2 kiri sudah haram di negri ini. Jangankan sbagai gerakan . Hanya sbgai pisau analisa untuk mmcah permasalahan bangsa saja sudah tak bisa. @jurnalsosialis
jurnalsosialis avatar
@jurnalsosialis
2 years ago
Ya, tapi ada sudah, beberapa kelompok diskusi dan media, seperti Islambergerak, Indoprogress, FORUM ISLAM PROGRESIF, yg masih bergerak, walaupun nampaknya tak terlihat karena tertimbun oleh banalitas-banalitas yang mengisi pengetahuan kita Bung @audachafan
audachafan avatar
@audachafan
2 years ago
Tapi ngomong2 klo mnurut anda bung.. apa masih relevan ideologi kiri radikal(komunis) dengan keadaan zaman skrg (sebagai gerakan bukan hnya sbgai bhan diskusi) . Sedang china yg "mbah"nya komunis saja skrg juga mnjadi kapitalis ?. Sharing bung ya @jurnalsosialis 😊
jurnalsosialis avatar
@jurnalsosialis
2 years ago
Relevansi? Ya tentu masih relevan. Untuk perihal intelektual, baiknya kita pakai istilah Marxisme, apakah masih relevan, coba Bung baca analisis2 di Indoprogress, IslamBergerak, serta status dari eksponen kiri seperti al-Fayyadl. Komunisme itu bukan suatu sistem negara yg tetap dan fix. Marx tak pernah membuat suatu visi tentang komunisme sebagai suatu negara yang abadi. Yang ia inginkan hanya satu: hancurnya kapitalisme. Ya, ini beda antara Marxisme sebagai ideologi, dan Komunisme sbg institusi. Begitu pula, 'kegagalan' Stalin, Mao, Aidit, itu bukan karena Marxisme yg salah, tapi karena keadaan material saat itu tidak mendukung, dan karena penerapan teori Marxisme itu tidak semudah itu. Tetapi, bahaimanapun, Marxisme itu amat kaya dalam hal analisisnya, dan jelas, secara historis, kritikannya atas kapitalisme. Dan jika cina itu menjadi negeri kapitalis, itu wajar, karena menjadi konsisten dalam kebenaran itu susah Bung @audachafan seperti halnya keimanan yg naik turun
arbi_widi avatar
@arbi_widi
2 years ago
Ngomongin kejelekan orang ttp haram dan gak boleh ya walaupun seorang media 😪
adhi90s avatar
@adhi90s
2 years ago
Tokoh kiri, yg nerbitin Tempo 😪
yusufigushav666 avatar
@yusufigushav666
2 years ago
Ndelok rupane aidit mentolo nulup
afijann avatar
@afijann
2 years ago
Pernah lihat buku ini tp dimana ya
matahatipemuda avatar
@matahatipemuda
2 years ago
👍
semangat_moeda avatar
@semangat_moeda
2 years ago
Bukunya emang keren parahh. Ngubah pandangan ane tentang Njoto...goed...👍👍

SABDA PERUBAHAN 's medias list:

Please wait.. data is loading.